MENGEJAR BAYANG - BAYANG DAN IMPIAN
Dari air kita belajar ketenangan ...........
Dari batu kita belajar ketegaran .......
Dari tanah kita belajar kehidupan ........
Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri .......
Dari padi kita belajar rendah hati .............
Dari ALLah kita belajar tentang kasih sayang yang sempurna ...........
Melihat ke atas ..........., kita = Memperoleh semangat untuk maju .....
Melihat ke bawah ........., kita = Bersyukur atas semua yg ada .....
Melihat ke samping ........., kita = Semangat kebersamaan ......
Melihat kebelakang ........, kita = sebagai pengalaman yg berharga ......
Melihat kedalam ......., kita = untuk introspeksi & mawas diri ........
Melihat ke depan ........, kita = untuk jadi lebih baik ....
Mari Belajar Dari Semua Yang Terlewati ............
Panorama Jatinangor Blok Q 48 Tanjungsari Sumedang JawaBarat Pukul : 10.24 wib, 1-1-2013
Dari batu kita belajar ketegaran .......
Dari tanah kita belajar kehidupan ........
Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri .......
Dari padi kita belajar rendah hati .............
Dari ALLah kita belajar tentang kasih sayang yang sempurna ...........
Melihat ke atas ..........., kita = Memperoleh semangat untuk maju .....
Melihat ke bawah ........., kita = Bersyukur atas semua yg ada .....
Melihat ke samping ........., kita = Semangat kebersamaan ......
Melihat kebelakang ........, kita = sebagai pengalaman yg berharga ......
Melihat kedalam ......., kita = untuk introspeksi & mawas diri ........
Melihat ke depan ........, kita = untuk jadi lebih baik ....
Mari Belajar Dari Semua Yang Terlewati ............
Panorama Jatinangor Blok Q 48 Tanjungsari Sumedang JawaBarat Pukul : 10.24 wib, 1-1-2013
TIPS KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Untuk meningkatkan dan mengembangkan keberhasilan secara optimal dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) komponen guru sangat menentukan. Oleh karena itu guru sebagai pengarah belajar dan sebagai pengelola kelas harus berperan aktif dalam hal sebagai berikut:
1. Mampu mengadakan apersepsi
2. Mampu menyajikan materi dengan menggunakan metode yang variatif
3. Memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan atau mengemukakan pendapat
4. Mampu mengatur fasilitas belajar yang tersedia
5. Mampu memilih dan atau menerapkan berbagai alternatif belajar
6. Memberikan tugas secara terprogram baik perorangan maupun kelompok
7. Menyiapkan program remedia
8. Memberikan motivasi, penguatan, dorongan pada siswa
9. Melakukan penilaian terstruktur atau tidak terstruktur.
10. Memberikan motivasi atau menarik perhatian pada siswa
11. Menjelaskan sasaran belajar
12. Mengingatkan kompetensi prasyarat
13. Memberikan orientasi terhadap isi pelajaran
14. Memberi petunjuk belajar
15. Memberikan latihan
16. Memberikan umpan balik
17. Memberikan penilaian, dan
18. Menyimpulkan
kegiatan belajar terhadap prestasi yang dicapai
A. Pengertian Belajar
Sebelum membicarakan pengertian prestasi belajar, terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan belajar. Para pakar pendidikan mengemukakan pengertian yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, namun demikian selaku mengacu pada prinsip yang sama yaitu setiap orang yang melakukan proses belajar akan mengalami suatu perubahan dalam dirinya.pengertian belajar menurut para pakar :
1. belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.” Menurut Slameto (1995:2)
2. belajar adalah “suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstant.” Winkel (1996:53)
3. belajar adalah “suatu pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.” Hamalik (1983:28)
Adapaun prestasi dapat diartikan hasil diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan. Namun banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah :
1. Belajar adalah mencari ilmu dan menuntut ilmu.
2. Belajar adalah menyerap pengetahuan.
3. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam tingkah laku manusia.
B. Pengertian Prestasi Belajar
Kemampuan intelektual siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi. Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan suatu evaluasi, tujuannya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung.
Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri. Untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai dengan pandangan yang mereka anut. Namun dari pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan :
1. “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.” Winkel (1996:162)
2. “prestasi belajar adalah Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, affektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut.” S. Nasution (1996:17)
Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar.
Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa.
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain; faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern).
1. Faktor Intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri, adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu kecedersan/intelegensi, bakat, minat dan motivasi.
a. Kecerdasan/intelegensi adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi yang normal selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya.
b. Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan yang berarti kecakapan, yaitu mengenai kesanggupan-kesanggupan tertentu, potensi atau kemampuan kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan.”
c. Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan beberapa kegiatan yang dimiliki seseorang diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa sayang dengan kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu.
d. Motivasi dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong seseorang untuk melakukan belajar/sesuatu. Dalam perkembangannya motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (a) Motivasi instrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang yang atas dasarnya kesadaran sendiri untuk melakukan sesuatu pekerjaan belajar. (b) Motivasi ekstrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang datangnya dari luar diri seseorang siswa yang menyebabkan siswa tersebut melakukan kegiatan belajar.
2. Faktor Ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya di luar diri siswa, yaitu beberapa pengalaman-pengalaman, keadaan keluarga, lingkungan sekitarnya dan sebagainya.
a. Keadaan Keluarga, merupakan lingkungan terkecil dalam lembaga pendidikan pertama dan utama. Keluarga yanng sehat besar artinya untuk pendidikan kecil, tetapi bersifat menentukan dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa, negara dan dunia juga sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan.” Oleh karena itu orang tua hendaknya menyadari bahwa pendidikan dimulai dari keluarga. Perhatian orang tua dapat memberikan dorongan dan motivasi sehingga anak dapat belajar dengan tekun. Karena anak memerlukan waktu, tempat dan keadaan yang baik untuk belajar.
b. Keadaan Sekolah, merupakan pendidikan lanjutan sebagai lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa, karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk belajar yang lebih giat. Hubungan antara guru dan siswa kurang baik akan mempengaruhi hasil-hasil belajarnya. Guru dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, dan memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengajar, guru harus dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang disajikan, dan memiliki metode yang tepat dalam mengajar.
c. Lingkungan Masyarakat, sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak, sebab dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak itu berada. Apabila anak-anak yang sebaya merupakan anak-anak yang rajin belajar, maka anak akan terangsang untuk mengikuti jejak mereka. Sebaliknya bila anak-anak di sekitarnya merupakan kumpulan anak-anak nakal yang berkeliaran tiada menentukan anakpun dapat terpengaruh pula. lingkungan membentuk kepribadian anak, karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya. Oleh karena itu, apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya, sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya.
D. Fase dan Teknik yang Efektif dalam Belajar
1. Fase Persiapan Belajar. Landasan utama bagi pembentukan cara belajar yang baik adalah sikap mental yang baik, yaitu sikap mental yang ditumbuhkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya agar siswa mempunyai kesadaran berupa kesediaan mental. Tanpa kesediaan mental siswa dalam belajar tidak akan bertahan menghadapi berbagai macam kesukaran, terutama pada saat siswa dihadapi pada berbagai masalah yang harus dipecahkan. Sikap mental yang perlu diusahakan oleh setiap siswa dalam rangka persiapan belajar sekurang-kurangnya mencakup empat segi, yaitu:
a. Tujuan Belajar perlu diketahui oleh siswa, agar siswa siap menerima materi pelajaran, Tujuan itu penting anda ketahui terlebih dahulu, sebab jika sudah mengetahui tujuan itu maka mental pun akan siap menerima, mengolah dan mengatur semua mata pelajaran sesuai dengan tujuan itu.”
b. Minat terhadap mata pelajaran, Setiap siswa seharusnya menaruh minat yang besar terhadap mata pelajaran yang mereka ikuti, karena minat selain memusatkan pikiran juga akan menimbulkan kegembiraan dalam usaha belajar. Materi pelajaran dapat dipelajari dengan baik bila siswa dapat memusatkan pikirannya dan menyenangi materi pelajaran tersebut.
c. Kepercayaan kepada diri sendiri perlu dipupuk sebagai salah satu kesiapan sepenuhnya bahwa tidak ada mata pelajaran yang tidak dapat dipahami bila ia mau belajar dengan giat setiap hari.
d. Keuletan, seorang siswa selama belajar di sekolah penuh kesukaran-kesukaran, oleh karena itu setiap siswa perlu memiliki keuletan baik jasmani maupun rohani. Untuk memupuk keuletan tersebut hendaknya siswa selalu menganggap setiap persoalan muncul sebagai tantangan yang harus diatasi.
2. Fase Proses Belajar. Fase ini sangat menentukan seorang siswa berhsail tidaknya di sekolah, pada fase proses belajar ini dituntut kepada siswa untuk menerapkan cara-cara belajar yang sebaik mungkin. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam fase ini antara lain:
a. Pedoman dalam belajar perlu dibuat untuk menjadi petunjuk dalam melakukan kegiatan belajar. Karena setiap usaha apapun tentu ada azas-azas yang dijadikan sebagai pedoman demi suksesnya usaha tersebut. Prinsip-prinsip belajar itu sekurang-kurangnya menyangkut tiga hal, yaitu keteraturan, disiplin dan konsentrasi. dengan kemauan yang keras dan dengan disiplin akan dapat menjauhi godaan dan gangguan yang mendorong malas belajar, ogah-ogahan dan menunda-nunda studi. pada saat berada dalam proses belajar perlu konsentrasi, tanpa konsentrasi ia tidak mungkin dapat menguasai materi pelajaran.
b. Cara mengikuti pelajaran diharapkan kepada siswa agar dapat memusatkan pikiran dan perhatiannya pada materi pelajaran dan anak harus belajar berbuat sendiri dan merasakan sendiri. Siswa akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih banyak bila dapat mengikuti pelajaran dengan tertib, penuh perhatian, mencatat dengan baik, serta mau bertanya jika ada penjelasan yang kurang dimengerti. siswa aktif melibatkan diri dalam menemukan prinsip-prinsip dasar, siswa mengerti konsep, siswa mempersiapkan dirinya dengan pengetahuan tentang materi-materi sebelumnya, juga siswa perlu berorientasi dengan pengalaman yang lampau.”
c. Cara mengulangi materi pelajaran/membaca buku. Belajar memang tidak lepas dari membaca dan ternyata membaca sebenarnya tidak sesederhana yang kita bayangkan. Membaca mempunyai teknik-teknik tersendiri. Hal pertama kali yang harus diperhatikan adalah jarak mata dengan buku atau tulisan yang baik adalah 16 inci (+ 30 cm). Adapun tujuan yang dihadapkan dalam usaha mengulangi kembali pelajaran di rumah itu adalah untuk memperkuat ingatan siswa terhadap materi pelajaran yang akan digunakan untuk memecahkan masalah atau soal-soal. Ingatan memegang peranan penting di dalam belajar jika siswa harus mencari jalan untuk menyelesaikan suatu masalah.”
E. Prinsip-prinsip Belajar
a. Belajar adalah suatu proses aktif dimana terjadi hubungan mempengaruhi secara dinamis antara siswa dan lingkungan.
b. Belajar harus senantiasa bertujuan, searah dan jelas bagi siswa.
c. Belajar yang paling efektif apabila didasari oleh dorongan motivasi yang murni dan bersumber dari dalam diri siswa itu sendiri. Senantiasa ada hambatan dan rintangan dalam belajar, karena itu siswa harus sanggup menghadapi atau mengatasi secara tepat.
d. Belajar memerlukan bimbingan baik itu dari guru atau tuntutan dari buku pelajaran itu sendiri.
e. Belajar yang paling utama ialah belajar yang berpikiran kritis, lebih baik daripada pembentukan kebiasaan-kebiasaan mekanis.
f. Belajar yang paling efektif adalah dalam pembentukan pemecahan masalah melalui kerja kelompok asalkan masalah tersebut disadari bersama.
g. Belajar memerlukan pemahaman atas hal-hal yang dipelajari, sehingga diperoleh pengertian-pengertian.
h. Belajar memerlukan latihan dan ulangan, agar apa-apa yang dipelajari dapat dikuasai.
i. Belajar harus disertai dengan keinginan dan kemauan yang kuat untuk mencapai tujuan.
j. Belajar dianggap berhasil apabila si pelajar telah sanggup menerapkan dalam prakteknya.
F. Syarat-syarat belajar secara efesien atau belajar dengan baik.
1. Kesehatan jasmani, badan yang sehat berarti tidak mengalami gangguan penyakit tertentu cukup dengan vitamin dan seluruh fungsi badan berjalan dengan baik.
2. Rohani yang sehat, tidak berpenyakit syaraf, tidak mengalami gangguan emosional, senang dan stabil
3. Lingkungan yang tenang, tidak ribut, serasi bila mungkin jauh dari keramaian dan gangguan lalu lintas dan tidak ada gangguan yang lainnya.
4. Tempat belajar menyenangkan, cukup udara, cukup matahari, penerangan yang memadai.
5. Tersedia cukup bahan dan alat-alat yang diperlukan, bahan-bahan dan alat-alat itu menjadi sumber belajar dan alat sebagai pembantu belajar.
G. Tip dan trik s panduan belajar efektif agar bisa meraih prestasi.
1. Jangan paksa belajar pada satu kegiatan “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.”
2. Saat mau belajar memiliki rencana, Rencana belajar maksudnya adalah memiliki jadwal-jadwal belajar di luar sekolah. Buatlah jadwal belajar harian, mingguan jam demi jam. Lalu usahakan dengan tegas, dan tepati semua jadwal yang dibuat.
3. Tepati rencana belajar sebagai kebiasaan, meneptai kegiatan jadwal belajar itu sesuai waktu yang ditetapkan dengan rutin dan menjadi kebiasaan. Dampak dari semuanya, secara psikologis akan lebih tenang, fresh dan percaya diri serta lebih produktif.
4. Memiliki tujuan khusus di setiap kegiatan belajar, agar saat mau belajar sudah siap mau menyelesaikan problem apa, atau hendak memahami sesuatu yang dicari.
5. Sekali-kali jangan menunda belajar, Jika melakukan penundaan, maka masalah akan bertumpuk-tumpuk dan ini menjadi penyebab kegagalan dalam belajar. Jadi, sekali-kali jangan menunda belajar!
6. Dahulukan pelajaran yang paling sulit, pelajaran yang sulit butuh konsentrasi tinggi, usaha dan mental pelajar, maka dahulukan dan jadikan perhatian yang utama. Jika memulai dengan yang sulit-sulit, percaya atau tidak, ini akan mengantarkan kamu menjadi pelajar yang meningkat dan sangat akan sangat efektif bagi kelangsungan pembelajaran.
7. Selalu mengulang catatan sebelum mulai mengerjakan tugas, Pastikan mengulang atau membaca terlebih dahulu catatan yang dimiliki sebelum mengerjakan tugas. Karena itu, buatlah catatan yang baik selama mengikuti pelajaran di kelas. Karena hal ini akan membantu untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan. Jadi, pastikan tahu persis bagaimana mengerjakan tugas utama itu dengan benar.
8. Jangan biarkan ada gangguan selama belajar,Hal yang bisa menenangkan itu perlu dicari. Karena itu, carilah tempat belajar yang aman dari gangguan. Sebab, saat terganggu, maka ini akan mengganggu konsentrasi belajar dan ini sungguh mengganggu belajar.
9. Ikuti belajar kelompok dengan efektif, belajar kelompok dengan efektif akan membawa banyak keuntungan. Seperti mendapat bantuan teman, menyelesaikan tugas dengan cepat, memahami konsep dengan tepat dan bisa berbagi pengetahuan dengan teman-teman lainnya. Masih ingatkah pepatah, “Dua kepala lebih baik daripada satu kepala?”. Jadi, gunakan pepatah ini untuk belajar. Lalu mana kelompok belajar yang tidak efektif? yaitu mereka yang minim dari persiapan dan strategi belajar.
10. Catat ulang setiap tugas, dan materi setiap minggu terakhir, Ada pengalaman yang bagus dari kebiasaan para pelajar yang sukses yaitu mereka selalu setiap akhir pekan mengulang catatannya.
11. Belajarlah pada waktu yang sama, belajar pada waktu yang sama setiap hari dan setiap minggu, maka hal itu akan menjadi bagian yang rutin dalam kehidupan. Secara mental dan emosional, akan lebih mempersiapkan diri saat sesi belajar tiba dan tentunya lebih produktif.
12. Belajar harus membawa perubahan dan peningkatan, yang signifikan dalam catatan akademis dan keberhasilan studi Kuncinya, jangan putus asa!
a. Belajar Kelompok
b. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
c. Membuat Perencanaan Yang Baik
d. Disiplin Dalam Belajar
e. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
f. Belajar Dengan Serius dan Tekun
g. Hindari Belajar Berlebihan
h. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
13. Focus, Belajar akan efektif bila kita memiliki pemusatan perhatian penuh terhadap satu hal yang sedang dipelajari.
14. Pelajari hal-hal baru, Belajar adalah kegiatan yang harus menerus dilakukan secara berkesinambungan. Mempelajari hal-hal yang baru akan menambah dan memperkaya pengetahuan dan wawasan yang kita miliki.
15. Belajar dengan berbagai cara. Pemahaman kita akan semakin baik apabila kita belajar dengan berbagai cara, dalam arti bukan hanya mendengar, melihat, merasakan tapi juga melakukan atau mempraktekkan langsung apa yang kita pelajari.
16. Mengajarkan hasil belajar pada orang lain. Kreatifitas paling tinggi dari seseorang yang belajar adalah pada saat mengajarkan hasil belajar. Pada saat seseorang mampu mengajarkan hasil belajar maka pada saat itu kemampuan memahami apa yang diajarkan pada orang lain akan semakin meningkat.
17. Menghubungkan pengetahuan awal untuk mempelajari hal berikut. Belajar akan semakin efektif apabila dalam belajar kita selalu menghubungkan pengalaman belajar sebelumnya untuk memahami hal baru yang sedang kita pelajari.
18. Mempraktekkan apa yang dipelajari. Hasil belajar akan tersimpan lama dalam memory apabila mempraktekan langsung apa yang kita pelajari .
19. Jangan habiskan waktu untuk berfikir tentang hal yang sulit anda ingat. Dalam belajar kita tidak selalu dapat sempurna mengingat hal-hal yang dipelajari sampai detail, dalam keadaan seperti itu lebih baik kita menjaga pengetahuan yang sudah kita ingat dari pada terus berfikir tentang hal yang sulit kita ingat.
20. Kenali kebiasaan belajar anda. Setiap manusia memiliki kemampuan belajar yang berbeda, ada yang mudah memahami bila melihat, mendengarkan atau mudah memahami pelajaran yang bersifat praktek seperti olahraga. Belajar akan efektif bila kita menggunakan cara yang sesuai dengan gaya belajar kita.
21. Uji kemampuan belajar dengan melakukan test. Banyak siswa yang takut menghadapai kegiatan test, padahal kegiatan tersebut akan mampu meningkatkan ingatan kita terhadap pengetahuan yang kita pelajari.
22. Berhenti mengerjakan berbagai tugas dalam waktu bersamaan. Belajar sambil mengerjakan satu atau beberapa tugas lain sesungguhnya kurang efektif, walaupun seolah kita dapat melakukan satu kegiatan dalam waktu yang bersamaan tapi ternyata hasil yang kita peroleh dari kegiatan belajar kita akan kurang optimal.
H. Tips Menjadi Siswa yang Baik
selalu mematuhi peraturan sekolah. Jangan sekali-kali beranggapan siswa yang keluar dari aturan sekolah walaupun hanya beberapa poin saja adalah siswa yang keren. Misalnya kalau kmu belum pernah keluar sekolah dengan menlompati pagar belakang sekolah. Kamu bukan termasuk siswa yang peka zaman.
selalu menghormati guru. Bagaimanapun guru tersebut, kamu jangan ikut-ikutan mengolok-olok apalagi sampai menjuluki Bapak/Ibu guru dengan sebutan kurang pantas. Misalnya karena Pak X adalah perokok, kamu menjuluki beliau dengan sebutan Pak kereta api.
Patuhi setiap kontrak belajar yang telah dibuat dan disepakati oleh guru bidang studi tertentu (jika ada).
Selesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu. Hal paling utama jangan suka menjiplak, menyontek, apalagi plagiat. Guru manapun akan benci dengan sikap seperti ini.
Ketika pelajaran berlangsung, jangan menduakan Guru dengan hal-hal yang kurang berguna. Misalnya, SMSan, FBan, Atau YMan.
Jika ingin bertanya, ajukan pertanyaan yang rasional dan relevan dengan mata pelajaran.
Selalu menyapa dan tersenyum sewajarnya jika bertemu dengan Bapak/Ibu guru. Meskipun Guru tersebut tidak mengajar kelas kamu, dengan catatan guru tersebut mengajar di sekolah kamu.
Disiplin. Baik itu dalam waktu, pengumpulan tugas, dll. Ini kunci paling utama.
Untuk meningkatkan dan mengembangkan keberhasilan secara optimal dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) komponen guru sangat menentukan. Oleh karena itu guru sebagai pengarah belajar dan sebagai pengelola kelas harus berperan aktif dalam hal sebagai berikut:
1. Mampu mengadakan apersepsi
2. Mampu menyajikan materi dengan menggunakan metode yang variatif
3. Memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan atau mengemukakan pendapat
4. Mampu mengatur fasilitas belajar yang tersedia
5. Mampu memilih dan atau menerapkan berbagai alternatif belajar
6. Memberikan tugas secara terprogram baik perorangan maupun kelompok
7. Menyiapkan program remedia
8. Memberikan motivasi, penguatan, dorongan pada siswa
9. Melakukan penilaian terstruktur atau tidak terstruktur.
10. Memberikan motivasi atau menarik perhatian pada siswa
11. Menjelaskan sasaran belajar
12. Mengingatkan kompetensi prasyarat
13. Memberikan orientasi terhadap isi pelajaran
14. Memberi petunjuk belajar
15. Memberikan latihan
16. Memberikan umpan balik
17. Memberikan penilaian, dan
18. Menyimpulkan
kegiatan belajar terhadap prestasi yang dicapai
A. Pengertian Belajar
Sebelum membicarakan pengertian prestasi belajar, terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan belajar. Para pakar pendidikan mengemukakan pengertian yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, namun demikian selaku mengacu pada prinsip yang sama yaitu setiap orang yang melakukan proses belajar akan mengalami suatu perubahan dalam dirinya.pengertian belajar menurut para pakar :
1. belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.” Menurut Slameto (1995:2)
2. belajar adalah “suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstant.” Winkel (1996:53)
3. belajar adalah “suatu pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.” Hamalik (1983:28)
Adapaun prestasi dapat diartikan hasil diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan. Namun banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah :
1. Belajar adalah mencari ilmu dan menuntut ilmu.
2. Belajar adalah menyerap pengetahuan.
3. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam tingkah laku manusia.
B. Pengertian Prestasi Belajar
Kemampuan intelektual siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi. Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan suatu evaluasi, tujuannya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung.
Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri. Untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai dengan pandangan yang mereka anut. Namun dari pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan :
1. “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.” Winkel (1996:162)
2. “prestasi belajar adalah Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, affektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut.” S. Nasution (1996:17)
Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar.
Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa.
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain; faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern).
1. Faktor Intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri, adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu kecedersan/intelegensi, bakat, minat dan motivasi.
a. Kecerdasan/intelegensi adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi yang normal selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya.
b. Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan yang berarti kecakapan, yaitu mengenai kesanggupan-kesanggupan tertentu, potensi atau kemampuan kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan.”
c. Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan beberapa kegiatan yang dimiliki seseorang diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa sayang dengan kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu.
d. Motivasi dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong seseorang untuk melakukan belajar/sesuatu. Dalam perkembangannya motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (a) Motivasi instrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang yang atas dasarnya kesadaran sendiri untuk melakukan sesuatu pekerjaan belajar. (b) Motivasi ekstrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang datangnya dari luar diri seseorang siswa yang menyebabkan siswa tersebut melakukan kegiatan belajar.
2. Faktor Ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya di luar diri siswa, yaitu beberapa pengalaman-pengalaman, keadaan keluarga, lingkungan sekitarnya dan sebagainya.
a. Keadaan Keluarga, merupakan lingkungan terkecil dalam lembaga pendidikan pertama dan utama. Keluarga yanng sehat besar artinya untuk pendidikan kecil, tetapi bersifat menentukan dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa, negara dan dunia juga sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan.” Oleh karena itu orang tua hendaknya menyadari bahwa pendidikan dimulai dari keluarga. Perhatian orang tua dapat memberikan dorongan dan motivasi sehingga anak dapat belajar dengan tekun. Karena anak memerlukan waktu, tempat dan keadaan yang baik untuk belajar.
b. Keadaan Sekolah, merupakan pendidikan lanjutan sebagai lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa, karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk belajar yang lebih giat. Hubungan antara guru dan siswa kurang baik akan mempengaruhi hasil-hasil belajarnya. Guru dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, dan memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengajar, guru harus dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang disajikan, dan memiliki metode yang tepat dalam mengajar.
c. Lingkungan Masyarakat, sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak, sebab dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak itu berada. Apabila anak-anak yang sebaya merupakan anak-anak yang rajin belajar, maka anak akan terangsang untuk mengikuti jejak mereka. Sebaliknya bila anak-anak di sekitarnya merupakan kumpulan anak-anak nakal yang berkeliaran tiada menentukan anakpun dapat terpengaruh pula. lingkungan membentuk kepribadian anak, karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya. Oleh karena itu, apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya, sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya.
D. Fase dan Teknik yang Efektif dalam Belajar
1. Fase Persiapan Belajar. Landasan utama bagi pembentukan cara belajar yang baik adalah sikap mental yang baik, yaitu sikap mental yang ditumbuhkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya agar siswa mempunyai kesadaran berupa kesediaan mental. Tanpa kesediaan mental siswa dalam belajar tidak akan bertahan menghadapi berbagai macam kesukaran, terutama pada saat siswa dihadapi pada berbagai masalah yang harus dipecahkan. Sikap mental yang perlu diusahakan oleh setiap siswa dalam rangka persiapan belajar sekurang-kurangnya mencakup empat segi, yaitu:
a. Tujuan Belajar perlu diketahui oleh siswa, agar siswa siap menerima materi pelajaran, Tujuan itu penting anda ketahui terlebih dahulu, sebab jika sudah mengetahui tujuan itu maka mental pun akan siap menerima, mengolah dan mengatur semua mata pelajaran sesuai dengan tujuan itu.”
b. Minat terhadap mata pelajaran, Setiap siswa seharusnya menaruh minat yang besar terhadap mata pelajaran yang mereka ikuti, karena minat selain memusatkan pikiran juga akan menimbulkan kegembiraan dalam usaha belajar. Materi pelajaran dapat dipelajari dengan baik bila siswa dapat memusatkan pikirannya dan menyenangi materi pelajaran tersebut.
c. Kepercayaan kepada diri sendiri perlu dipupuk sebagai salah satu kesiapan sepenuhnya bahwa tidak ada mata pelajaran yang tidak dapat dipahami bila ia mau belajar dengan giat setiap hari.
d. Keuletan, seorang siswa selama belajar di sekolah penuh kesukaran-kesukaran, oleh karena itu setiap siswa perlu memiliki keuletan baik jasmani maupun rohani. Untuk memupuk keuletan tersebut hendaknya siswa selalu menganggap setiap persoalan muncul sebagai tantangan yang harus diatasi.
2. Fase Proses Belajar. Fase ini sangat menentukan seorang siswa berhsail tidaknya di sekolah, pada fase proses belajar ini dituntut kepada siswa untuk menerapkan cara-cara belajar yang sebaik mungkin. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam fase ini antara lain:
a. Pedoman dalam belajar perlu dibuat untuk menjadi petunjuk dalam melakukan kegiatan belajar. Karena setiap usaha apapun tentu ada azas-azas yang dijadikan sebagai pedoman demi suksesnya usaha tersebut. Prinsip-prinsip belajar itu sekurang-kurangnya menyangkut tiga hal, yaitu keteraturan, disiplin dan konsentrasi. dengan kemauan yang keras dan dengan disiplin akan dapat menjauhi godaan dan gangguan yang mendorong malas belajar, ogah-ogahan dan menunda-nunda studi. pada saat berada dalam proses belajar perlu konsentrasi, tanpa konsentrasi ia tidak mungkin dapat menguasai materi pelajaran.
b. Cara mengikuti pelajaran diharapkan kepada siswa agar dapat memusatkan pikiran dan perhatiannya pada materi pelajaran dan anak harus belajar berbuat sendiri dan merasakan sendiri. Siswa akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih banyak bila dapat mengikuti pelajaran dengan tertib, penuh perhatian, mencatat dengan baik, serta mau bertanya jika ada penjelasan yang kurang dimengerti. siswa aktif melibatkan diri dalam menemukan prinsip-prinsip dasar, siswa mengerti konsep, siswa mempersiapkan dirinya dengan pengetahuan tentang materi-materi sebelumnya, juga siswa perlu berorientasi dengan pengalaman yang lampau.”
c. Cara mengulangi materi pelajaran/membaca buku. Belajar memang tidak lepas dari membaca dan ternyata membaca sebenarnya tidak sesederhana yang kita bayangkan. Membaca mempunyai teknik-teknik tersendiri. Hal pertama kali yang harus diperhatikan adalah jarak mata dengan buku atau tulisan yang baik adalah 16 inci (+ 30 cm). Adapun tujuan yang dihadapkan dalam usaha mengulangi kembali pelajaran di rumah itu adalah untuk memperkuat ingatan siswa terhadap materi pelajaran yang akan digunakan untuk memecahkan masalah atau soal-soal. Ingatan memegang peranan penting di dalam belajar jika siswa harus mencari jalan untuk menyelesaikan suatu masalah.”
E. Prinsip-prinsip Belajar
a. Belajar adalah suatu proses aktif dimana terjadi hubungan mempengaruhi secara dinamis antara siswa dan lingkungan.
b. Belajar harus senantiasa bertujuan, searah dan jelas bagi siswa.
c. Belajar yang paling efektif apabila didasari oleh dorongan motivasi yang murni dan bersumber dari dalam diri siswa itu sendiri. Senantiasa ada hambatan dan rintangan dalam belajar, karena itu siswa harus sanggup menghadapi atau mengatasi secara tepat.
d. Belajar memerlukan bimbingan baik itu dari guru atau tuntutan dari buku pelajaran itu sendiri.
e. Belajar yang paling utama ialah belajar yang berpikiran kritis, lebih baik daripada pembentukan kebiasaan-kebiasaan mekanis.
f. Belajar yang paling efektif adalah dalam pembentukan pemecahan masalah melalui kerja kelompok asalkan masalah tersebut disadari bersama.
g. Belajar memerlukan pemahaman atas hal-hal yang dipelajari, sehingga diperoleh pengertian-pengertian.
h. Belajar memerlukan latihan dan ulangan, agar apa-apa yang dipelajari dapat dikuasai.
i. Belajar harus disertai dengan keinginan dan kemauan yang kuat untuk mencapai tujuan.
j. Belajar dianggap berhasil apabila si pelajar telah sanggup menerapkan dalam prakteknya.
F. Syarat-syarat belajar secara efesien atau belajar dengan baik.
1. Kesehatan jasmani, badan yang sehat berarti tidak mengalami gangguan penyakit tertentu cukup dengan vitamin dan seluruh fungsi badan berjalan dengan baik.
2. Rohani yang sehat, tidak berpenyakit syaraf, tidak mengalami gangguan emosional, senang dan stabil
3. Lingkungan yang tenang, tidak ribut, serasi bila mungkin jauh dari keramaian dan gangguan lalu lintas dan tidak ada gangguan yang lainnya.
4. Tempat belajar menyenangkan, cukup udara, cukup matahari, penerangan yang memadai.
5. Tersedia cukup bahan dan alat-alat yang diperlukan, bahan-bahan dan alat-alat itu menjadi sumber belajar dan alat sebagai pembantu belajar.
G. Tip dan trik s panduan belajar efektif agar bisa meraih prestasi.
1. Jangan paksa belajar pada satu kegiatan “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.”
2. Saat mau belajar memiliki rencana, Rencana belajar maksudnya adalah memiliki jadwal-jadwal belajar di luar sekolah. Buatlah jadwal belajar harian, mingguan jam demi jam. Lalu usahakan dengan tegas, dan tepati semua jadwal yang dibuat.
3. Tepati rencana belajar sebagai kebiasaan, meneptai kegiatan jadwal belajar itu sesuai waktu yang ditetapkan dengan rutin dan menjadi kebiasaan. Dampak dari semuanya, secara psikologis akan lebih tenang, fresh dan percaya diri serta lebih produktif.
4. Memiliki tujuan khusus di setiap kegiatan belajar, agar saat mau belajar sudah siap mau menyelesaikan problem apa, atau hendak memahami sesuatu yang dicari.
5. Sekali-kali jangan menunda belajar, Jika melakukan penundaan, maka masalah akan bertumpuk-tumpuk dan ini menjadi penyebab kegagalan dalam belajar. Jadi, sekali-kali jangan menunda belajar!
6. Dahulukan pelajaran yang paling sulit, pelajaran yang sulit butuh konsentrasi tinggi, usaha dan mental pelajar, maka dahulukan dan jadikan perhatian yang utama. Jika memulai dengan yang sulit-sulit, percaya atau tidak, ini akan mengantarkan kamu menjadi pelajar yang meningkat dan sangat akan sangat efektif bagi kelangsungan pembelajaran.
7. Selalu mengulang catatan sebelum mulai mengerjakan tugas, Pastikan mengulang atau membaca terlebih dahulu catatan yang dimiliki sebelum mengerjakan tugas. Karena itu, buatlah catatan yang baik selama mengikuti pelajaran di kelas. Karena hal ini akan membantu untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan. Jadi, pastikan tahu persis bagaimana mengerjakan tugas utama itu dengan benar.
8. Jangan biarkan ada gangguan selama belajar,Hal yang bisa menenangkan itu perlu dicari. Karena itu, carilah tempat belajar yang aman dari gangguan. Sebab, saat terganggu, maka ini akan mengganggu konsentrasi belajar dan ini sungguh mengganggu belajar.
9. Ikuti belajar kelompok dengan efektif, belajar kelompok dengan efektif akan membawa banyak keuntungan. Seperti mendapat bantuan teman, menyelesaikan tugas dengan cepat, memahami konsep dengan tepat dan bisa berbagi pengetahuan dengan teman-teman lainnya. Masih ingatkah pepatah, “Dua kepala lebih baik daripada satu kepala?”. Jadi, gunakan pepatah ini untuk belajar. Lalu mana kelompok belajar yang tidak efektif? yaitu mereka yang minim dari persiapan dan strategi belajar.
10. Catat ulang setiap tugas, dan materi setiap minggu terakhir, Ada pengalaman yang bagus dari kebiasaan para pelajar yang sukses yaitu mereka selalu setiap akhir pekan mengulang catatannya.
11. Belajarlah pada waktu yang sama, belajar pada waktu yang sama setiap hari dan setiap minggu, maka hal itu akan menjadi bagian yang rutin dalam kehidupan. Secara mental dan emosional, akan lebih mempersiapkan diri saat sesi belajar tiba dan tentunya lebih produktif.
12. Belajar harus membawa perubahan dan peningkatan, yang signifikan dalam catatan akademis dan keberhasilan studi Kuncinya, jangan putus asa!
a. Belajar Kelompok
b. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
c. Membuat Perencanaan Yang Baik
d. Disiplin Dalam Belajar
e. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
f. Belajar Dengan Serius dan Tekun
g. Hindari Belajar Berlebihan
h. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
13. Focus, Belajar akan efektif bila kita memiliki pemusatan perhatian penuh terhadap satu hal yang sedang dipelajari.
14. Pelajari hal-hal baru, Belajar adalah kegiatan yang harus menerus dilakukan secara berkesinambungan. Mempelajari hal-hal yang baru akan menambah dan memperkaya pengetahuan dan wawasan yang kita miliki.
15. Belajar dengan berbagai cara. Pemahaman kita akan semakin baik apabila kita belajar dengan berbagai cara, dalam arti bukan hanya mendengar, melihat, merasakan tapi juga melakukan atau mempraktekkan langsung apa yang kita pelajari.
16. Mengajarkan hasil belajar pada orang lain. Kreatifitas paling tinggi dari seseorang yang belajar adalah pada saat mengajarkan hasil belajar. Pada saat seseorang mampu mengajarkan hasil belajar maka pada saat itu kemampuan memahami apa yang diajarkan pada orang lain akan semakin meningkat.
17. Menghubungkan pengetahuan awal untuk mempelajari hal berikut. Belajar akan semakin efektif apabila dalam belajar kita selalu menghubungkan pengalaman belajar sebelumnya untuk memahami hal baru yang sedang kita pelajari.
18. Mempraktekkan apa yang dipelajari. Hasil belajar akan tersimpan lama dalam memory apabila mempraktekan langsung apa yang kita pelajari .
19. Jangan habiskan waktu untuk berfikir tentang hal yang sulit anda ingat. Dalam belajar kita tidak selalu dapat sempurna mengingat hal-hal yang dipelajari sampai detail, dalam keadaan seperti itu lebih baik kita menjaga pengetahuan yang sudah kita ingat dari pada terus berfikir tentang hal yang sulit kita ingat.
20. Kenali kebiasaan belajar anda. Setiap manusia memiliki kemampuan belajar yang berbeda, ada yang mudah memahami bila melihat, mendengarkan atau mudah memahami pelajaran yang bersifat praktek seperti olahraga. Belajar akan efektif bila kita menggunakan cara yang sesuai dengan gaya belajar kita.
21. Uji kemampuan belajar dengan melakukan test. Banyak siswa yang takut menghadapai kegiatan test, padahal kegiatan tersebut akan mampu meningkatkan ingatan kita terhadap pengetahuan yang kita pelajari.
22. Berhenti mengerjakan berbagai tugas dalam waktu bersamaan. Belajar sambil mengerjakan satu atau beberapa tugas lain sesungguhnya kurang efektif, walaupun seolah kita dapat melakukan satu kegiatan dalam waktu yang bersamaan tapi ternyata hasil yang kita peroleh dari kegiatan belajar kita akan kurang optimal.
H. Tips Menjadi Siswa yang Baik
selalu mematuhi peraturan sekolah. Jangan sekali-kali beranggapan siswa yang keluar dari aturan sekolah walaupun hanya beberapa poin saja adalah siswa yang keren. Misalnya kalau kmu belum pernah keluar sekolah dengan menlompati pagar belakang sekolah. Kamu bukan termasuk siswa yang peka zaman.
selalu menghormati guru. Bagaimanapun guru tersebut, kamu jangan ikut-ikutan mengolok-olok apalagi sampai menjuluki Bapak/Ibu guru dengan sebutan kurang pantas. Misalnya karena Pak X adalah perokok, kamu menjuluki beliau dengan sebutan Pak kereta api.
Patuhi setiap kontrak belajar yang telah dibuat dan disepakati oleh guru bidang studi tertentu (jika ada).
Selesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu. Hal paling utama jangan suka menjiplak, menyontek, apalagi plagiat. Guru manapun akan benci dengan sikap seperti ini.
Ketika pelajaran berlangsung, jangan menduakan Guru dengan hal-hal yang kurang berguna. Misalnya, SMSan, FBan, Atau YMan.
Jika ingin bertanya, ajukan pertanyaan yang rasional dan relevan dengan mata pelajaran.
Selalu menyapa dan tersenyum sewajarnya jika bertemu dengan Bapak/Ibu guru. Meskipun Guru tersebut tidak mengajar kelas kamu, dengan catatan guru tersebut mengajar di sekolah kamu.
Disiplin. Baik itu dalam waktu, pengumpulan tugas, dll. Ini kunci paling utama.
I. TATA CARA BELAJAR YANG BAIK
Pertama, Niat dan berdoa.
Kedua, Membaca.
Ketiga, Selalu membuat ringkasan pelajaran.
Keempat, Rajin mengulang pelajaran.
Kelima, Belajar dengan serius dan tekun
Keenam, Hindari belajar berlebihan.
Ketujuh, Aktiflah dalam bertanya.
Kedelapan, Belajar kelompok.
J. Cara Mengatasi Malas Belajar
1. Memberi sentuhan pada titik peka anak
2. Anak malas belajar harus dibangkitkan nilai plus anak.
3. Mengembangkan cita-cita anak.
4. Menentukan waktu belajar anak yang tepat
5. Mengembangkan tujuan belajar
6. Mengembangkan cara-cara belajar yang baik pada anak
7. Anak malas belajar harus dikembangkan rasa percaya dirinya.
Pertama, Niat dan berdoa.
Kedua, Membaca.
Ketiga, Selalu membuat ringkasan pelajaran.
Keempat, Rajin mengulang pelajaran.
Kelima, Belajar dengan serius dan tekun
Keenam, Hindari belajar berlebihan.
Ketujuh, Aktiflah dalam bertanya.
Kedelapan, Belajar kelompok.
J. Cara Mengatasi Malas Belajar
1. Memberi sentuhan pada titik peka anak
2. Anak malas belajar harus dibangkitkan nilai plus anak.
3. Mengembangkan cita-cita anak.
4. Menentukan waktu belajar anak yang tepat
5. Mengembangkan tujuan belajar
6. Mengembangkan cara-cara belajar yang baik pada anak
7. Anak malas belajar harus dikembangkan rasa percaya dirinya.
UNTUK MENDAPATKAN KETENANGAN JIWA, KELALUASAAN HATI, PENUH CAHAYA, DAN BAROKAH DALAM KEHIDUPAN.
Jangan lupakan rangkaian Ayat-ayat Al-Quran, jenguklah ia, barangkali kesepian. Lantunankan Kalam Illahi itu dengan hati yang ikhlas, tulus dan karena Allah SWT. Allah, Tuhan Kita.
Dzikir Yang Menentramkan adalah Dzikir Yang Banyak
“Katanya setan dapat tersingkir oleh zikir kita, tapi mengapa berzikir selalu dilakukan namun setan tak pernah terusir?”
“Setan itu seperti anjing. Kalau kita hardik, anjing itu akan lari menyingkir. Tapi jika di sekitar diri kita masih terdapat makanan anjing, anjing itu tetap akan datang kembali. Bahkan mungkin anjing itu bersiap-siap mengincar diri kita, dan ketika kita lengah, ia menghampiri kita.”
Begitu pula halnya dengan zikir. Zikir tidak akan bermanfaat jika di dalam hati masih kita sediakan makanan-makanan setan
“Berzikirlah kamu kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 41).
Dalam amalan-amalan lain selain zikir yang diutamakan adalah kualitasnya, bukan kuantitasnya. Yang penting adalah baik tidaknya amal bukan banyak tidaknya amal itu
Betapa pun jelek kualitas zikir kita, kita dianjurkan untuk berzikir sebanyak-banyaknya. Karena zikir harus kita lakukan sebanyak-banyaknya, maka tidak ada batasan waktu untuk berzikir.
“Barangsiapa yang membaca shalawat ini berarti ia telah membukakan bagi dirinya tujuh puluh pintu rahmat, dan ditanamkan Allah kecintaan kepada dirinya dalam hati umat manusia.”
mengucapkan Shallallâhu ‘alâ Muhammadin selama tujuh minggu setiap malam. Semoga ia akan melihatku dalam mimpi dan dapat meriwayatkan hadis dariku.”
permasalahan bagi manusia di muka bumi ini, dan kadang pada akhirnya menimbulkan perasaan yang tidak tenang, ada yang terasa sempit dan menyebabkan seseorang hilang rasa tenang dan bahagia di dalam kehidupannya.
Karena itulah kelapangan dada dan ketenangan hati merupakan salah satu nikmat dan merupakan dambaan setiap insan yang ingin hidup di dunia dalam keadaaan baik dan penuh anugrah serta kebarokahan dari Allah.
فَمَن يُرِدِ اللَّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإِسْلاَمِ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاء كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُون
“Barang siapa yang dikehendaki Allah mendapat petunjuk maka Allah melapangkan dadanya menerima islam, dan barang siapa yang Allah kehendaki kesesatan maka Allah akan menjadilkan hatinya berat dan sempit seakan-akan seolah dia mendaki langit, dan demikianlah Allah menjadikan kehinaan kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am: 125)
Allah berfirman:
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“katakan, sesungguhnya sholatku ibadahku,hidupku dan matiku semuanya milik Allah penguasa alam semesta” (Q.s: Al an’am 162)
Allah berfirman:
الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur keimanannya dengan kedholiman maka mereka akan mendapat ketenangan dan dia termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” (Q.s Al-An’am: 82)
Maka bagi siapa yang ingin dilapangkan hatinya maka supaya memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata,sehingga kehidupannya menjadi indah dan ini bisa terwaujud jika dia benar-benar bertawakal dengan sebenar-benarnya tawakal, hasilnya rizkinya akan di tanggung oleh Allah seperti dalam sabda Rosulullah:
لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا
“Jika sekirannya kalian tawakal dengan sebenar-benarnya tawakal sungguh Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti Allah memberi rizki kepada burung yang dalam keadaan lapar di waktu pagi tapi ketika dia pulang ke sarang waktu sore dia sudah dalam keadaan kenyang.” [H.R Ahmad, Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dll ]
Allah telah mempertegas dalam firmanNya:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنسَى
“Barang siapa yang berpaling dari peringatanku(Alqur’an)maka baginya kehidupan yang sempit dan Kami akan membangkitkannya di hari kiamat dalam keadaan buta, dia bertanya: wahai robku, kenapa Engkau bangkitkan saya dalam keadaan buta, padahal kami dulu bisa melihat, maka Allah menjawab, demikianlah kami datankan kepada kalian ayat-ayat kami namun engkau melalaikannya, demikianlah hari ini engkau dilupakan.” (Q.s: Thaha: 124-126)
Ini adalah jaminan dari Allah yaitu barang siapa yang mengikuti alqur’an dan As-sunnah dalam seluruh sisi kehidupannya maka Allah menjamin ketenangan dan kebahagian, sebaliknya yang berpaling dan Alquar’an dan sunah maka Allah menjadikan kehidupan yang penuh kesempitan.
Sebab yang lain yang menyebabkan hatinya menjadi lapang adalah dia mencintai Allah dengan cinta yang paling besar di banding dengan yang lain siapapun dia
dengan kecintaan seperti ini akan menciptakan kesejukan di dalam hatinya, betapa nikmat jika ia mendahulukan Allah dan rosulnya, maka jik ia mencintaiNya dengan menempuh sebab kecintaan maka dia akan dicintai Allah
Semoga bermanfaat bagi kita semua amiiin Ya Robbal 'Alamin ( Perum panorama Jatinangor Blok Q 48 Tanjungsari Sumedang pukul : 11.02 wib/29-12-2012 )
DIMANA ROSULULLAH SAW DIHATIMU ?.
Setelah kewafatan Rasulullah s.a.w Semua sahabat menangis,bahkan Umar al-Khattab tidak dapat menerima kepergian baginda. Bilal bin Rabbah antara sahabat yang paling sedih dengan kehilangan Rasulullah s.a.w. Lalu sampai waktunya, Bilal mengumandangkan azan. Satu persatu kalimat azan dikumandangkan. Namun, sampai pada kalimat ‘Ashhadu anna Muhammada Rasululullah’ , suara beliau tersekat, tidak dapat meneruskan azan kerana terlalu hiba dengan kepergian baginda. Seluruh penduduk Madinah juga menangis menghantar jenazah baginda.
Apabila seruan azan dari Bilal memenuhi segenap ruang di Madinah,seluruh penduduk Madinah terkejut, lalu menghamburkan air mata, mengenangkan hari-hari indah bersama Rasulullah s.a.w. Hari itu hari yang paling ramai orang menangis di Madinah. Di situ, ada satu perasaan yang wujud di kalangan para sahabat. Perasaan teramat rindu pada junjungan mulia Rasululullah s.a.w yang telah banyak berkorban, bersama mereka dalam susah dan senang. Persoalannya, masih wujudkah perasaan itu dalam hati kita?
Rasulullah telah banyak menangis kerana kita. Bukti sayang baginda kepada ummat digambarkan melalui beberapa peristiwa. Semasa baginda sedang duduk bersama para sahabat, tiba-tiba baginda mengalirkan air mata. Lalu para sahabat bertanya “Ya Rasulullah, mengapa kamu menangis?” Baginda menjawab, “Kerana aku rindu pada ummatku.” Para sahabat bertanya lagi, “Bukankah kami ini ummat mu ya Rasulullah?” Rasulullah lalu berkata, “Kalian adalah sahabatku, ummat ku ialah mereka yang tidak melihatku tetapi beriman kepada apa yang diturunkan”. Tidakkah terlintas di hati kita, baginda merindui kita? Ya! kita yang tidak pernah bersua dengan baginda! Tapi di mana kita tempatkan rindu kepada baginda?
Satu lagi peristiwa, di mana Rasulullah s.a.w membaca doa yang pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s;
“Siapa yang mengikuti ku, maka mereka adalah dari kalanganku, barangsiapa mengingkari ku, sesungguhnya Engkau (Allah) Maha Pengampun lagi Maha Pengasih”
Seusai membaca doa itu, baginda menangis dengan amat kuat, lalu Allah mengutuskan Jibril menemui Rasulullah. Jibril bertanya mengapa baginda menangis sebegitu sekali. Tahukah kalian apa jawapan baginda? Baginda menjawab “ummatku, ummatku, ummatku wahai Jibril!” Begitu bimbang sekali baginda pada kita?
Apa lagi alasan kita untuk tidak mengingati baginda? Apa lagi alasan kita untuk tidak mendoakan kesejahteraan baginda? Apa lagi alasan kita untuk tidak merindui baginda?
Baginda yang pengorbanan tiada terbalas .............................. ...........
Baginda yang mendoakan kita setiap ketika .............................. ........
Baginda yang begitu menyayangi kita .............................. .................
Dimana perasaan rindu yang pernah dirasai Bilal dan para sahabat?
Adakah kita terlupa?
Ataupun tidak pernah wujud sama sekali ?
Andai baginda bersama kita ?
siapa yang kau rindu?
Setelah kewafatan Rasulullah s.a.w Semua sahabat menangis,bahkan Umar al-Khattab tidak dapat menerima kepergian baginda. Bilal bin Rabbah antara sahabat yang paling sedih dengan kehilangan Rasulullah s.a.w. Lalu sampai waktunya, Bilal mengumandangkan azan. Satu persatu kalimat azan dikumandangkan. Namun, sampai pada kalimat ‘Ashhadu anna Muhammada Rasululullah’ , suara beliau tersekat, tidak dapat meneruskan azan kerana terlalu hiba dengan kepergian baginda. Seluruh penduduk Madinah juga menangis menghantar jenazah baginda.
Apabila seruan azan dari Bilal memenuhi segenap ruang di Madinah,seluruh penduduk Madinah terkejut, lalu menghamburkan air mata, mengenangkan hari-hari indah bersama Rasulullah s.a.w. Hari itu hari yang paling ramai orang menangis di Madinah. Di situ, ada satu perasaan yang wujud di kalangan para sahabat. Perasaan teramat rindu pada junjungan mulia Rasululullah s.a.w yang telah banyak berkorban, bersama mereka dalam susah dan senang. Persoalannya, masih wujudkah perasaan itu dalam hati kita?
Rasulullah telah banyak menangis kerana kita. Bukti sayang baginda kepada ummat digambarkan melalui beberapa peristiwa. Semasa baginda sedang duduk bersama para sahabat, tiba-tiba baginda mengalirkan air mata. Lalu para sahabat bertanya “Ya Rasulullah, mengapa kamu menangis?” Baginda menjawab, “Kerana aku rindu pada ummatku.” Para sahabat bertanya lagi, “Bukankah kami ini ummat mu ya Rasulullah?” Rasulullah lalu berkata, “Kalian adalah sahabatku, ummat ku ialah mereka yang tidak melihatku tetapi beriman kepada apa yang diturunkan”. Tidakkah terlintas di hati kita, baginda merindui kita? Ya! kita yang tidak pernah bersua dengan baginda! Tapi di mana kita tempatkan rindu kepada baginda?
Satu lagi peristiwa, di mana Rasulullah s.a.w membaca doa yang pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s;
“Siapa yang mengikuti ku, maka mereka adalah dari kalanganku, barangsiapa mengingkari ku, sesungguhnya Engkau (Allah) Maha Pengampun lagi Maha Pengasih”
Seusai membaca doa itu, baginda menangis dengan amat kuat, lalu Allah mengutuskan Jibril menemui Rasulullah. Jibril bertanya mengapa baginda menangis sebegitu sekali. Tahukah kalian apa jawapan baginda? Baginda menjawab “ummatku, ummatku, ummatku wahai Jibril!” Begitu bimbang sekali baginda pada kita?
Apa lagi alasan kita untuk tidak mengingati baginda? Apa lagi alasan kita untuk tidak mendoakan kesejahteraan baginda? Apa lagi alasan kita untuk tidak merindui baginda?
Baginda yang pengorbanan tiada terbalas ..............................
Baginda yang mendoakan kita setiap ketika ..............................
Baginda yang begitu menyayangi kita ..............................
Dimana perasaan rindu yang pernah dirasai Bilal dan para sahabat?
Adakah kita terlupa?
Ataupun tidak pernah wujud sama sekali ?
Andai baginda bersama kita ?
siapa yang kau rindu?
"Banyak manfaat yang bisa diambil selain obat
penghilang duka lara hati (bukan ekonomi) dengan membaca Al-Quran.
Ketenangan jiwa saat membacanya penuh dengan nada yang berirama,
merasakan keindahan rangkaian Ayat-ayatnya, apalagi kalau memahami
maknanya. Aura keindahan hidup akan terlihat dan serasa diberi cahaya
penuntun saat kita bisa memahami setiap Ayat-ayat yang dibaca."
Penghasilan Rezeki dari Allah
Penghasilan Rp 1.000.000 = Rp 25.000
Penghasilan Rp 5.000.000 = Rp 125.000
Penghasilan Rp 10.000.000 = Rp 250.000
Penghasilan Rp 25.000.000 = Rp 625.000
Penghasilan Rp 50.000.000 = Rp 1.250.000
Penghasilan Rp. 100.000.000 = Rp 2.500.000
Hak fakir miskin, anak yatim dan yang berhak menerimanya, harus segera diserahkan,
Jangan ditunda, Jangan dimakan !
Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah.
Sebaiknya tangan kanan memberi tangan kiri tidak tahu.
Penghasilan Rp 1.000.000 = Rp 25.000
Penghasilan Rp 5.000.000 = Rp 125.000
Penghasilan Rp 10.000.000 = Rp 250.000
Penghasilan Rp 25.000.000 = Rp 625.000
Penghasilan Rp 50.000.000 = Rp 1.250.000
Penghasilan Rp. 100.000.000 = Rp 2.500.000
Hak fakir miskin, anak yatim dan yang berhak menerimanya, harus segera diserahkan,
Jangan ditunda, Jangan dimakan !
Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah.
Sebaiknya tangan kanan memberi tangan kiri tidak tahu.
Hindari riya, ingin dipuji atau mencari popularitas yang akan menghapuskan amal
“ Matematika Allah ” :
Infaq / sedekah Rp 1.000 Allah ganti minimal
Rp 10.000 (10 X lipat).
Infaq / sedekah Rp. 10.000 Allah ganti minimal Rp 100.000 (10 X lipat).
Infaq / sedekah Rp 100.000 Allah ganti minimal Rp 1.000.000 (10 X lipat).
Infaq / sedekah Rp 1.000.000 Allah ganti minimal Rp 10.000.000 (10 X lipat).
Infaq / sedekah Rp 1.000 Allah ganti minimal
Rp 10.000 (10 X lipat).
Infaq / sedekah Rp. 10.000 Allah ganti minimal Rp 100.000 (10 X lipat).
Infaq / sedekah Rp 100.000 Allah ganti minimal Rp 1.000.000 (10 X lipat).
Infaq / sedekah Rp 1.000.000 Allah ganti minimal Rp 10.000.000 (10 X lipat).
FAKTA :
HARTAWAN yang DERMAWAN ikhlas karena Allah, tidak pernah menjadi MISKIN / FAKIR karena kedermawanannya
BAHKAN :
HARTA dan KEKAYAANNYA semakin bertambah dan bertambah
HARTAWAN yang DERMAWAN ikhlas karena Allah, tidak pernah menjadi MISKIN / FAKIR karena kedermawanannya
BAHKAN :
HARTA dan KEKAYAANNYA semakin bertambah dan bertambah
Dialog Iblis dengan Rasulullah SAW
Ketika Nabi saw saw. sedang bersama para sahabatnya di kediaman salah satu sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu rumah. Kemudian terdengar suara orang dari luar rumah.
Iblis : Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku. Aku akan menyampaikan banyak hal kepada kalian.
Nabi saw : Itu Iblis la’natullah. La’nat Allah bersamanya.Mengetahui bahwa itu Iblis, Umar ingin membunuhnya.
Nabi saw : Sabar, wahai Umar. Bukankah engkau mengetahui bahwa Allah memberinya kesempatan (bertobat atau sesat) hingga hari kiamat? Bukakan pintu untuknya. Aku telah mengetahui bahwa ia telah diperintahkan oleh Allah untuk datang ke sini. Pahamilah apa yang hendak ia katakan. Dengarkan dengan seksama.Pintu lalu dibuka oleh Ibnu Abbas r.a. Seorang kakek cacat satu mata berdiri di sana. Janggutnya hanya 7 helai, mirip rambut kuda. Bertaring, mirip taring babi. Bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis : Salam untukmu Muhammad. Salam untuk yang hadir.
Nabi saw : Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?
Iblis : Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.
Nabi saw : Siapa yang memaksamu?
Iblis : Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata kepadaku:
menggoda manusia. Jawab dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, jika berdusta satu kali saja, maka Allah membuat dirimu menjadi debu yang ditiup angin.”
Sekarang aku ada di hadapanmu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sebuah kemalanganpun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.
Nabi saw : Kalau kau benar jujur, manusia mana yang paling kau benci?
Iblis : Kamu, kamu, dan orang sepertimu (sambil menunjuk Nabi saw dan sahabat) adalah makhluk Allah yang paling kubenci.
Nabi saw : Siapa selanjutnya?
Iblis : Pemuda bertakwa yang mengabdikan dirinya kepada Allah SWT.
Nabi saw : Siapa lagi?
Iblis : Orang Alim (ilmuwan) lagi wara’ (loyal kepada ajaran Islam).
Nabi saw : Siapa lagi?
Iblis : Seorang fakir sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain.
Nabi saw : Apa tanda kesabarannya?
Iblis : Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, maka Allah SWT memberikan pahala kepadanya.
Nabi saw : Selanjutnya siapa lagi?
Iblis : Orang kaya yang bersyukur.
Nabi saw : Apa tanda-tanda kesyukurannya?
Iblis : Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya (yang halal), dan mengeluarkannya (dengan rela dan ikhlas) juga dari tempatnya.
Nabi saw : Menurutmu, seperti apa Abu Bakar?
Iblis : Ia tidak pernah mau menuruti ajakanku pada masa jahiliyah, apalagi ketika sudah
masuk islam.
Nabi saw : Kalau Umar bin Khattab?
Iblis : Demi Allah, setiap berjumpa dengannya aku takut sekali. Aku pasti kabur menghindarinya.
Nabi saw : Bagaimana dengan Usman bin Affan?
Iblis : Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.
Nabi saw : Ali bin Abi Thalib?
Iblis : Aku berharap kepalaku selamat (tidak lepas), menghindarinya, dan ia mau melepaskanku. Tetapi ia tidak mau melakukannya. (Sebab ia selalu berzikir kepada Allah SWT).
Nabi saw : Apa yang kau rasakan ketika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?
Iblis : Aku merasa panas dingin dan gemetar.
Nabi saw : Kenapa?
Iblis : Setiap hamba bersujud sekali kepada Allah, Allah meninggikan derajatnya satu tingkat.
Nabi saw : Jika seorang umatku shaum?
Iblis : Tubuhku terasa terikat erat sampai ia berbuka.
Nabi saw : Jika ia berhaji?
Iblis : Aku seperti orang gila.
Nabi saw : Jika ia membaca al-Qur’an?
Iblis : Aku merasa meleleh laksana timah yang dibakar di atas api.
Nabi saw : Jika ia bersedekah?
Iblis : Orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.
Nabi saw : Mengapa bisa begitu?
Iblis : Dalam sedekah itu ada 4 keuntungannya. 1) keberkahan pada hartanya. 2) hidupnya disukai (banyak orang). 3) Sedekah itu kelak menjadi hijab dirinya dengan api neraka, dan 4) segala musibah terhalau darinya.
Nabi saw : Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?
Iblis : Suara ringkikan dan derap kaki kuda ketika perang jihad di jalan Allah.
Nabi saw : Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?
Iblis : Tauubat orang yang bertaubat.
Nabi saw : Apa yang dapat membakar hatimu?
Iblis : Istighfar yang dilantunkan siang dan malam.
Nabi saw : Apa yang dapat mencoreng wajahmu?
Iblis : Sedekah yang dilakukan diam-diam.
Nabi saw : Apa yang dapat menusuk matamu?
Iblis : Shalat fajar (shubuh).
Nabi saw : Apa yang dapat memukul keras kepalamu?
Iblis : Shalat berjamaah.
Nabi saw : Apa yang paling mengganggu pikiranmu?
Iblis : Majelis (bertemunya) para ulama (merembukkan suatu kebaikan).
Nabi saw : Bagaimana cara makanmu?
Iblis : Dengan jari-jari tangan kiriku.
Nabi saw : Di manakah kau menaungi anak-anakmu pada musim panas?
Iblis : Di bawah kuku manusia yang kotor.
Nabi saw : Siapa temanmu?
Iblis : Pemakan riba.
Nabi saw : Siapa sahabatmu?
Iblis : Pezina.
Nabi saw : Siapa teman tidurmu?
Iblis : Pemabuk.
Nabi saw : Siapa tamumu?
Iblis : Pencuri.
Nabi saw : Siapa utusanmu?
Iblis : Tukang sihir.
Nabi saw : Apa yang membuatmu gembira?
Iblis : Orang yang bersumpah palsu dan perceraian (suami istri).
Nabi saw : Siapa kekasihmu?
Iblis : Orang yang meninggalkan shalat Jum’at.
Nabi saw : Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?
Iblis : Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.
Nabi saw : Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.
Iblis : Tidak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari kiamat. Bagaimana kalian bisa bahagia, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tidak melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari kiamat, aku akan menyesatkan mereka. Yang bodoh, yang pintar, yang bisa membaca dan yang buta huruf, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.
Nabi saw : Siapa orang yang ikhlas menurutmu?
Iblis : Tidakkah kau tahu wahai Muhammad bahwa siapa saja yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak suka dinar dan dirham, tidak suka pujian sanjungan, aku bisa pastikan ia orang ikhlas. Maka aku akan meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta, sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, boleh jadi ia nantinya sangat patuh padaku.
Iblis : Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku punya 70.000 anak. Setiap anak dibantu 70.000 syaithan. Sebagian aku tugaskan mengganggu ulama. Sebagian mengganggu anak muda. Sebagian mengganggu orang tua. Sebagian mengganggu wanita tua. Sebagian anakku kutugaskan kepada para zuhud (yang mencintai akhirat daripada dunia).
• Ada anakku yang suka mengencingi telinga manusia yang menyebabkan orang itu tertidur pada shalat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
• Ada anakku yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama. Mereka lalu tertidur dan pahalanya terhapus.
• Ada anakku yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan, kemudian ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya terhapus.
• Pada setiap wanita yang berjalan di luar rumah, anakku dan syaithan pendampingnya duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar orang-orang memandanginya. Syaithan berkata kepada perempuan itu agar mengulurkan tangannya. Perempuan itu mengulurkan tangannya, lalu syaithan menghiasi kukunya. Anak-anakku menyusup dan berubah bentuk satu kondisi ke kondisi lain, dari satu pintu ke pintu lainnya, untuk menggoda manusia sampai mereka terhempas dari rasa ikhlas mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa keikhlasan, namun mereka tidak merasa.
Iblis : Tahukah kamu, Muhammad, bahwa ada seorang rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh dari penyakitnya seketika. Tetapi aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh, dan kufur.
Iblis : Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku? Akulah makhluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Siapa saja yang bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Iblis : Tahukah kau Muhammad, aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya? Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan namimah (adu domba) adalah kesenanganku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa, walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab siapa saja yang membiasakan dengan kata-kata cerai, istrinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat, maka semua anak-anaknya itu adalah anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kata: cerai.
Iblis : Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur-ulur waktu shalatnya. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikkan padanya bahwa waktu masih panjang, kamu masih sibuk. Lalu ia menundanya sampai akhirnya ia melaksanakan shalat di luar waktu. Shalatnya itu akan dipukulkan ke mukanya. Jika ia berhasil mengalahkanku, kubiarkan ia shalat. Namun kubisikkan ke telinganya: ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. Kuusap pula dengan tanganku dan kucium keningnya seraya membisikkan ke telinganya: ‘shalatmu tidah sah’. Bukankah kamu tahu Muhammad, bahwa orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul mukanya nanti.
1. Jika ia shalat sendirian, kusuruh ia bergegas. Shalatnya pun seperti ayam yang mematuk beras.
2. Jika ia berhasil mengalahkanku lalu ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam melakukannya. Kamu tahu bahwa hal seperti itu bisa membatalkan shalatnya dan kelak wajahnya akan diubah menjadi wajah keledai?
3. Jika ia berhasil mengalahkanku, kutiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat.
4. Jika ia tidak menutup mulutnya, syaithan akan masuk ke dalam dirinya. Di dalam sana akan kubuat ia bertambah serakah dan gila dunia. Ini akan membuat dirinya semakin taat kepadaku. Kebahagiaan apa yang engkau dapatkan, sementara aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak perlu shalat. Jika kehidupanmu telah berubah baru kamu wajib shalat. Jika ini terjadi, ia mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat, maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Iblis : Wahai Muhammad, demi yang menciptakanku jika aku berdusta maka Allah akan menjadikan aku debu. Bagaimana mungkin engkau bisa bergembira dan bangga dengan umatmu sementara seperenam dari mereka kukeluarkan dari islam?
Nabi saw : Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?
Iblis : Ada 10 macam.
Nabi saw : Apa saja itu?
Iblis :
Pertama Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia. Allah mengizinkan. “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka. (Tetapi) tidaklah janji setan kecuali itu semua tipuannya” (QS. Al-Isra: 64). Aku akan makan dari harta yang tidak dizakatkan. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Kumakan juga dari makanan yang tidak dibacakan atas nama Allah.
Kedua Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan (bersetubuh) dengan istrinya tanpa berlindung kepada Allah. Setan akan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
Ketiga Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan yang berjalan bukan untuk tujuan yang halal.
Keempat Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Kelima Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Keenam Aku minta agar Allah menjadikan syair (dari penyair) sebagai Qur’anku.
Ketujuh Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Kedelapan Aku minta agar Allah memberikanku saudara, yaitu orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat. Allah berfirman
“Orang-orang yang boros adalah saudara-saudara syaithan.” (QS. Al-Isra: 27)
Kesembilan Wahai Muhammad, aku minta agar Allah mambuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku (dengan seizin Allah SWT, hanya sebagian dari mereka yang melihatku).
Kesepuluh Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan kemampuan tersebut hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.
Iblis : Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang. Aku hanya bisa mambisikkan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun! Sebagaimana dirimu, kamu tidak dapat memberi hidayah sedikitpun. Engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Bahkan engkau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara hidupnya. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Sementara orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.
Nabi saw berkata : “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati Allah” (QS. Hud: 118-119) “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS. Al-Ahzab: 38)
Iblis : Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan tinta pena telah lama kering. Mahasuci Allah yang telah menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka jahanam. Aku ini si celaka yang terusir. Inilah yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.
Ketika Nabi saw saw. sedang bersama para sahabatnya di kediaman salah satu sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu rumah. Kemudian terdengar suara orang dari luar rumah.
Iblis : Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku. Aku akan menyampaikan banyak hal kepada kalian.
Nabi saw : Itu Iblis la’natullah. La’nat Allah bersamanya.Mengetahui bahwa itu Iblis, Umar ingin membunuhnya.
Nabi saw : Sabar, wahai Umar. Bukankah engkau mengetahui bahwa Allah memberinya kesempatan (bertobat atau sesat) hingga hari kiamat? Bukakan pintu untuknya. Aku telah mengetahui bahwa ia telah diperintahkan oleh Allah untuk datang ke sini. Pahamilah apa yang hendak ia katakan. Dengarkan dengan seksama.Pintu lalu dibuka oleh Ibnu Abbas r.a. Seorang kakek cacat satu mata berdiri di sana. Janggutnya hanya 7 helai, mirip rambut kuda. Bertaring, mirip taring babi. Bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis : Salam untukmu Muhammad. Salam untuk yang hadir.
Nabi saw : Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?
Iblis : Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.
Nabi saw : Siapa yang memaksamu?
Iblis : Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata kepadaku:
menggoda manusia. Jawab dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, jika berdusta satu kali saja, maka Allah membuat dirimu menjadi debu yang ditiup angin.”
Sekarang aku ada di hadapanmu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sebuah kemalanganpun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.
Nabi saw : Kalau kau benar jujur, manusia mana yang paling kau benci?
Iblis : Kamu, kamu, dan orang sepertimu (sambil menunjuk Nabi saw dan sahabat) adalah makhluk Allah yang paling kubenci.
Nabi saw : Siapa selanjutnya?
Iblis : Pemuda bertakwa yang mengabdikan dirinya kepada Allah SWT.
Nabi saw : Siapa lagi?
Iblis : Orang Alim (ilmuwan) lagi wara’ (loyal kepada ajaran Islam).
Nabi saw : Siapa lagi?
Iblis : Seorang fakir sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain.
Nabi saw : Apa tanda kesabarannya?
Iblis : Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, maka Allah SWT memberikan pahala kepadanya.
Nabi saw : Selanjutnya siapa lagi?
Iblis : Orang kaya yang bersyukur.
Nabi saw : Apa tanda-tanda kesyukurannya?
Iblis : Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya (yang halal), dan mengeluarkannya (dengan rela dan ikhlas) juga dari tempatnya.
Nabi saw : Menurutmu, seperti apa Abu Bakar?
Iblis : Ia tidak pernah mau menuruti ajakanku pada masa jahiliyah, apalagi ketika sudah
masuk islam.
Nabi saw : Kalau Umar bin Khattab?
Iblis : Demi Allah, setiap berjumpa dengannya aku takut sekali. Aku pasti kabur menghindarinya.
Nabi saw : Bagaimana dengan Usman bin Affan?
Iblis : Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.
Nabi saw : Ali bin Abi Thalib?
Iblis : Aku berharap kepalaku selamat (tidak lepas), menghindarinya, dan ia mau melepaskanku. Tetapi ia tidak mau melakukannya. (Sebab ia selalu berzikir kepada Allah SWT).
Nabi saw : Apa yang kau rasakan ketika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?
Iblis : Aku merasa panas dingin dan gemetar.
Nabi saw : Kenapa?
Iblis : Setiap hamba bersujud sekali kepada Allah, Allah meninggikan derajatnya satu tingkat.
Nabi saw : Jika seorang umatku shaum?
Iblis : Tubuhku terasa terikat erat sampai ia berbuka.
Nabi saw : Jika ia berhaji?
Iblis : Aku seperti orang gila.
Nabi saw : Jika ia membaca al-Qur’an?
Iblis : Aku merasa meleleh laksana timah yang dibakar di atas api.
Nabi saw : Jika ia bersedekah?
Iblis : Orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.
Nabi saw : Mengapa bisa begitu?
Iblis : Dalam sedekah itu ada 4 keuntungannya. 1) keberkahan pada hartanya. 2) hidupnya disukai (banyak orang). 3) Sedekah itu kelak menjadi hijab dirinya dengan api neraka, dan 4) segala musibah terhalau darinya.
Nabi saw : Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?
Iblis : Suara ringkikan dan derap kaki kuda ketika perang jihad di jalan Allah.
Nabi saw : Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?
Iblis : Tauubat orang yang bertaubat.
Nabi saw : Apa yang dapat membakar hatimu?
Iblis : Istighfar yang dilantunkan siang dan malam.
Nabi saw : Apa yang dapat mencoreng wajahmu?
Iblis : Sedekah yang dilakukan diam-diam.
Nabi saw : Apa yang dapat menusuk matamu?
Iblis : Shalat fajar (shubuh).
Nabi saw : Apa yang dapat memukul keras kepalamu?
Iblis : Shalat berjamaah.
Nabi saw : Apa yang paling mengganggu pikiranmu?
Iblis : Majelis (bertemunya) para ulama (merembukkan suatu kebaikan).
Nabi saw : Bagaimana cara makanmu?
Iblis : Dengan jari-jari tangan kiriku.
Nabi saw : Di manakah kau menaungi anak-anakmu pada musim panas?
Iblis : Di bawah kuku manusia yang kotor.
Nabi saw : Siapa temanmu?
Iblis : Pemakan riba.
Nabi saw : Siapa sahabatmu?
Iblis : Pezina.
Nabi saw : Siapa teman tidurmu?
Iblis : Pemabuk.
Nabi saw : Siapa tamumu?
Iblis : Pencuri.
Nabi saw : Siapa utusanmu?
Iblis : Tukang sihir.
Nabi saw : Apa yang membuatmu gembira?
Iblis : Orang yang bersumpah palsu dan perceraian (suami istri).
Nabi saw : Siapa kekasihmu?
Iblis : Orang yang meninggalkan shalat Jum’at.
Nabi saw : Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?
Iblis : Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.
Nabi saw : Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.
Iblis : Tidak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari kiamat. Bagaimana kalian bisa bahagia, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tidak melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari kiamat, aku akan menyesatkan mereka. Yang bodoh, yang pintar, yang bisa membaca dan yang buta huruf, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.
Nabi saw : Siapa orang yang ikhlas menurutmu?
Iblis : Tidakkah kau tahu wahai Muhammad bahwa siapa saja yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak suka dinar dan dirham, tidak suka pujian sanjungan, aku bisa pastikan ia orang ikhlas. Maka aku akan meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta, sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, boleh jadi ia nantinya sangat patuh padaku.
Iblis : Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku punya 70.000 anak. Setiap anak dibantu 70.000 syaithan. Sebagian aku tugaskan mengganggu ulama. Sebagian mengganggu anak muda. Sebagian mengganggu orang tua. Sebagian mengganggu wanita tua. Sebagian anakku kutugaskan kepada para zuhud (yang mencintai akhirat daripada dunia).
• Ada anakku yang suka mengencingi telinga manusia yang menyebabkan orang itu tertidur pada shalat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
• Ada anakku yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama. Mereka lalu tertidur dan pahalanya terhapus.
• Ada anakku yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan, kemudian ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya terhapus.
• Pada setiap wanita yang berjalan di luar rumah, anakku dan syaithan pendampingnya duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar orang-orang memandanginya. Syaithan berkata kepada perempuan itu agar mengulurkan tangannya. Perempuan itu mengulurkan tangannya, lalu syaithan menghiasi kukunya. Anak-anakku menyusup dan berubah bentuk satu kondisi ke kondisi lain, dari satu pintu ke pintu lainnya, untuk menggoda manusia sampai mereka terhempas dari rasa ikhlas mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa keikhlasan, namun mereka tidak merasa.
Iblis : Tahukah kamu, Muhammad, bahwa ada seorang rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh dari penyakitnya seketika. Tetapi aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh, dan kufur.
Iblis : Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku? Akulah makhluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Siapa saja yang bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Iblis : Tahukah kau Muhammad, aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya? Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan namimah (adu domba) adalah kesenanganku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa, walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab siapa saja yang membiasakan dengan kata-kata cerai, istrinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat, maka semua anak-anaknya itu adalah anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kata: cerai.
Iblis : Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur-ulur waktu shalatnya. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikkan padanya bahwa waktu masih panjang, kamu masih sibuk. Lalu ia menundanya sampai akhirnya ia melaksanakan shalat di luar waktu. Shalatnya itu akan dipukulkan ke mukanya. Jika ia berhasil mengalahkanku, kubiarkan ia shalat. Namun kubisikkan ke telinganya: ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. Kuusap pula dengan tanganku dan kucium keningnya seraya membisikkan ke telinganya: ‘shalatmu tidah sah’. Bukankah kamu tahu Muhammad, bahwa orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul mukanya nanti.
1. Jika ia shalat sendirian, kusuruh ia bergegas. Shalatnya pun seperti ayam yang mematuk beras.
2. Jika ia berhasil mengalahkanku lalu ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam melakukannya. Kamu tahu bahwa hal seperti itu bisa membatalkan shalatnya dan kelak wajahnya akan diubah menjadi wajah keledai?
3. Jika ia berhasil mengalahkanku, kutiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat.
4. Jika ia tidak menutup mulutnya, syaithan akan masuk ke dalam dirinya. Di dalam sana akan kubuat ia bertambah serakah dan gila dunia. Ini akan membuat dirinya semakin taat kepadaku. Kebahagiaan apa yang engkau dapatkan, sementara aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak perlu shalat. Jika kehidupanmu telah berubah baru kamu wajib shalat. Jika ini terjadi, ia mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat, maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Iblis : Wahai Muhammad, demi yang menciptakanku jika aku berdusta maka Allah akan menjadikan aku debu. Bagaimana mungkin engkau bisa bergembira dan bangga dengan umatmu sementara seperenam dari mereka kukeluarkan dari islam?
Nabi saw : Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?
Iblis : Ada 10 macam.
Nabi saw : Apa saja itu?
Iblis :
Pertama Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia. Allah mengizinkan. “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka. (Tetapi) tidaklah janji setan kecuali itu semua tipuannya” (QS. Al-Isra: 64). Aku akan makan dari harta yang tidak dizakatkan. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Kumakan juga dari makanan yang tidak dibacakan atas nama Allah.
Kedua Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan (bersetubuh) dengan istrinya tanpa berlindung kepada Allah. Setan akan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
Ketiga Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan yang berjalan bukan untuk tujuan yang halal.
Keempat Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Kelima Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Keenam Aku minta agar Allah menjadikan syair (dari penyair) sebagai Qur’anku.
Ketujuh Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Kedelapan Aku minta agar Allah memberikanku saudara, yaitu orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat. Allah berfirman
“Orang-orang yang boros adalah saudara-saudara syaithan.” (QS. Al-Isra: 27)
Kesembilan Wahai Muhammad, aku minta agar Allah mambuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku (dengan seizin Allah SWT, hanya sebagian dari mereka yang melihatku).
Kesepuluh Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan kemampuan tersebut hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.
Iblis : Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang. Aku hanya bisa mambisikkan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun! Sebagaimana dirimu, kamu tidak dapat memberi hidayah sedikitpun. Engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Bahkan engkau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara hidupnya. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Sementara orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.
Nabi saw berkata : “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati Allah” (QS. Hud: 118-119) “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS. Al-Ahzab: 38)
Iblis : Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan tinta pena telah lama kering. Mahasuci Allah yang telah menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka jahanam. Aku ini si celaka yang terusir. Inilah yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.
Yang dicari manusia kebanyakan adalah
bahan-bahan humor, canda tawa, senda gurauan dan bersenang-senang. Maka
sempatkanlah menangis karena takut kepada Allah, jika kalian tetap tidak
bisa menangis maka berusahalah supaya menangis.
“Dan ketahuilah bahwasanya harta-harta kalian, anak-anak kalian adalah fitnah, dan sesungguhnya di sisi Allah terdapat pahala yang agung” (QS Al-Anfal: 28)
SHOLAT BERKUALITAS, HIDUP BERKUALITAS.
“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) yang khusyu’ dalam sholatnya.”
(Al-Mukminun : 1-2)
“Dan ketahuilah bahwasanya harta-harta kalian, anak-anak kalian adalah fitnah, dan sesungguhnya di sisi Allah terdapat pahala yang agung” (QS Al-Anfal: 28)
SHOLAT BERKUALITAS, HIDUP BERKUALITAS.
“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) yang khusyu’ dalam sholatnya.”
(Al-Mukminun : 1-2)
Yang singkat itu WAKTU......................
Yang dekat itu MATI ..........................
Yang besar itu NAFSU .......................
Yang berat itu AMANAH .....................
Yang sulit itu IKHLAS .........................
Yang mudah itu berbuat DOSA ...........
Yang abadi itu AMAL KEBAIKAN ..........
Yang akan di investigasi itu AMAL PERBUATAN .......
Yang akan diaudit itu APA YANG KITA MILIKI ..........
Tetapi yg terindah itu jika Kita mau & bisa saling MEMAAFKAN .....
Bersih Hati ..... Suci Diri.......
Semoga ALLAH SWT senantiasa melimpahkan Kekuatan, Kekeluargaan, Kebersamaan, Rizki, Keberkahan, Kemaslahatan, KaruniaNya, PetunjukNya, RidhoNya, pertolonganNya serta RahmatNya
AMiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ......................i i i i i i i n
Yang dekat itu MATI ..........................
Yang besar itu NAFSU .......................
Yang berat itu AMANAH .....................
Yang sulit itu IKHLAS .........................
Yang mudah itu berbuat DOSA ...........
Yang abadi itu AMAL KEBAIKAN ..........
Yang akan di investigasi itu AMAL PERBUATAN .......
Yang akan diaudit itu APA YANG KITA MILIKI ..........
Tetapi yg terindah itu jika Kita mau & bisa saling MEMAAFKAN .....
Bersih Hati ..... Suci Diri.......
Semoga ALLAH SWT senantiasa melimpahkan Kekuatan, Kekeluargaan, Kebersamaan, Rizki, Keberkahan, Kemaslahatan, KaruniaNya, PetunjukNya, RidhoNya, pertolonganNya serta RahmatNya
AMiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ......................i i i i i i i n
'SANAOS ARTOS SALOMARI - MOBILNA CAMRY MODEL KIWARI - GIGIREUN PUTRI BIDADARI - MOAL MATAK WALAGRI - UPAMI HATE NYERI ".
####
####
Tapi iman patri bari nyantri = Bersih ati sanubari = Caang siga matahari = pasti tiasa seuri #####
Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut pintu ‘royyan’.
Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa masuk ke dalam surga dari pintu itu.
Tidak ada seorang pun yang masuk dari pintu itu kecuali mereka.
Mereka pada hari kiamat akan dipanggil :
Dimanakah orang-orang yang berpuasa waktu di dunia?
Lalu mereka berdiri. Tidak ada seorangpun yang masuk dalam pintu itu kecuali mereka.
Setelah mereka masuk maka pintu 'royyan pun segera ditutup dan dikunci,
sehingga tidak ada seorangpun lagi yang dapat masuk
Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa masuk ke dalam surga dari pintu itu.
Tidak ada seorang pun yang masuk dari pintu itu kecuali mereka.
Mereka pada hari kiamat akan dipanggil :
Dimanakah orang-orang yang berpuasa waktu di dunia?
Lalu mereka berdiri. Tidak ada seorangpun yang masuk dalam pintu itu kecuali mereka.
Setelah mereka masuk maka pintu 'royyan pun segera ditutup dan dikunci,
sehingga tidak ada seorangpun lagi yang dapat masuk
Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA bahwa Rasulullah
pernah bersabda: “ Tidaklah seseorang hamba yang berpuasa satu hari
dalam jihad di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan dengan puasa
itu badanya dari api neraka
sejauh perjalanan tujuh puluh tahun.”
(HR Bukhari)
Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi
sedikitpun pahalanya.
(HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Barang siapa yang memberikan minuman kepada orang yang berpuasa, Allah akan memberikan minuman dari telagaku yang tak pernah akan menjadi haus sampai ia masuk surga (HR Ibnu Khuzaimah)
Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda :“Barang siapa yang tidak bisa meninggalkan ucapan dusta dan perbuatan jahat maka Allah tidak butuh padanya (tidak memberikan pahala) walaupun
ia meninggalkan makan dan minum.(HR Bukhari).
sejauh perjalanan tujuh puluh tahun.”
(HR Bukhari)
Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi
sedikitpun pahalanya.
(HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Barang siapa yang memberikan minuman kepada orang yang berpuasa, Allah akan memberikan minuman dari telagaku yang tak pernah akan menjadi haus sampai ia masuk surga (HR Ibnu Khuzaimah)
Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda :“Barang siapa yang tidak bisa meninggalkan ucapan dusta dan perbuatan jahat maka Allah tidak butuh padanya (tidak memberikan pahala) walaupun
ia meninggalkan makan dan minum.(HR Bukhari).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar